Kamis, 29 Juli 2010

Batik Indonesia dikancah Batik dunia

Di tengah-tengah beragamnya batik dunia, batik Indonesia memang belum kehilangan ciri khasnya. Batik Jawa Tengah yang dinilai memiliki motif paling kaya pun masih mempunyai roh. Namun, saat negara tetangga gencar mempromosikan batiknya ke berbagai benua, batik Indonesia seakan jalan di tempat.
Artisan batik Iwan Tirtaamidjaja mengakui, kualitas batik Indonesia saat ini makin berkurang. Ibarat wine, esensinya makin berkurang dan terus berkurang hingga akhirnya menjadi air.
Batik yang dipakai untuk busana sehari-hari saat ini sebagian besar memang print bermotif batik. Iwan Tirta sebenarnya termasuk orang yang ”mengharamkan” batik print karena akan mengurangi filosofi batik itu sendiri, seperti pembuatan motif dengan teknik perintang warna memakai malam atau pemakaian canting.
”Batik saat ini banyak, namun makin murah dan makin murah saja. Sebenarnya batik printing juga baik asalkan dibikin yang halus, jangan asal-asalan,” papar Iwan.
Josephine Komara atau Obin mempunyai pandangan berbeda. Meskipun diakui motif batik print makin populer dan dapat membahayakan eksistensi batik tradisional, Obin mencermati bahwa batik tulis, batik cap, maupun batik print telah mempunyai pasar sendiri.
”Batik Indonesia itu unik dan sangat spesial. Jadi, saya rasa tidak perlu mengontradiksikan batik tulis, cap, atau print,” kata Obin.

Senin, 26 Juli 2010

Dinas Perindustrian dan Perdagangan

VISI
Terwujudnya industri maju di Jawa Tengah berbasis kompetensi inti daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pasar global
MISI
  1. Memajukan kemampuan teknologi industri berwawasan lingkungan
  2. Mempercepat pertumbuhan industri berbasis pada ekonomi kerakyatan
  3. Meningkatkan daya saing industri menuju globalisasi ekonomi
  4. Memperkuat struktur sektor industri dan antar ekonomi lainnya
  5. Mengembangkan industri yang berorientasi ekspor
  6. Mengembangkan industri kerajinan yang berbasis pada nilai budaya dan kreativitas masyarakat Jawa Tengah.